griya bhima sakti

griya bhima sakti
tampak depan

Senin, 09 Agustus 2010

Sejarah Griya Bhima sakti



G
riya Bhima Sakti (GBS) adalah sebuah tempat yang nyaman di jantung kota Jakarta, lengkap dengan sentuhan budaya Indonesia dan suasana yang segar alami dengan keamanan dan atensi  yang terjaga penuh, serta pelayanan pribadi.  
Perlu diketahui GBS adalah merupakan suatu unit usaha dibawah unit aneka usaha dari Induk Koperasi  TNI Angkatan Udara (INKOPAU) yang bergerak di bidang jasa yaitu  perhotelan. Seperti halnya dengan unit usaha yang lain dari Inkopau, GBS juga berusaha mewujudkan Visi dari Inkopau yaitu membantu pimpinan TNI AU mewujudkan kesejahteraan bagi anggota TNI AU beserta keluarganya, dan Misi dari Inkopau yaitu melaksanakan kegiatan usaha untuk mendapatkan laba (Profit Oriented} dan melaksanakan kegiatan social untuk mewujudkan kesejahteraan anggota TNI AU beserta keluarganya ( Social Oriented ).
Awal mula berdirinya GBS adalah timbul suatu gagasan dari DENMA-MABES AU untuk membangun sebuah rumah yang didirikan dengan tujuan sebagai tempat tinggal KASAU (Kepala Staf TNI AU).  Namun beberapa lama kemudian dikembangkan lagi dan diperluas dengan membangun kamar-kamar yang difungsikan sebagai Mess untuk Perwira-perwira tinggi TNI AU. Bangunan 2 lantai tersebut berisi 14 kamar, terdiri dari 12 kamar standard dan 2 kamar VIP yang mana salah satu kamarnya khusus diperuntukkan sebagai kamar KASAU. Namun karena sesuatu hal DENMA menyerahkan kepengurusan gedung tersebut kepada INKOPAU  dimana pada waktu itu masih dibawah pimpinan Kolonel Sartono.
Baru pada hari Rabu tanggal 30 Juni 1999 diresmikanlah gedung tersebut dengan nama GRAHA BHIMA SAKTI oleh Marsekal TNI Hanafie Asnan (Kepala Staf TNI AU pada masa itu). Berhubung gedung tersebut memerlukan dana yang besar untuk pemeliharaan/perawatan maka pada pertengahan tahun 2000 tepatnya tanggal 01 Juli 2000 dibawah kepemimpinan Marsma TNI Suratto (Ketua Umum Inkopau Periode 1998 - 2001), GBS mulai di coba disewakan untuk khalayak umum. Kemudian berubah nama dari GRAHA BHIMA SAKTI menjadi GRIYA BHIMA SAKTI. Adapun yang ditunjuk sebagai penanggungjawabnya pada waktu itu adalah Mayor Adm I Nyoman Sukra Eliezer dan Pengurusnya dibawah kepemimpinan Lettu. Firdaus Bustam S.Sos. Tentulah selain perlunya dana perawatan, diperlukan pula orang-orang yang bertugas untuk merawatnya. Maka sejumlah karyawanpun mulai ditarik untuk mengoperasikan mess ini dengan melalui proses recruitment yang ketat. Dan kemudian dipilihlah 9  orang karyawan yang kemudian dibagi menjadi beberapa staf departemen antara lain : 2 karyawan di bagian Front Office, 3 di bagian room boy, 2 di bagian kitchen dan 2 di bagian gardener. Dengan personil yang masih sedikit mereka saling bahu membahu, bekerja sama berusaha mewujudkan agar GBS menjadi suatu aset yang perlu dibanggakan khususnya bagi Inkopau sesuai dengan tujuan semula.
Dengan promosi yang telah dilakukan mulai timbul respon yang baik dari banyak pihak, dan dilengkapilah  fasilitas-fasilitas yang akan mendukung sarana GBS ini, Seperti untuk fasilitas kamar-kamar, setiap kamarnya memiliki fasilitas AC, televisi, bath tub, air panas untuk mandi, welcome drink, breakfast dan pelayanan 24 jam.
 Di pertengahan tahun 2000  timbul pula ide dari beberapa karyawan bagian kantor depan diantaranya Mijan Ardiasa, Yana Lugiyana, Yuliah dan tentunya didukung staf-staf lain  mengusulkan kepada penanggungjawab GBS mencoba untuk menyewakan ruangan untuk acara resepsi pernikahan. Mengingat sebelumnya ada dari keluarga Angkatan Udara yang pakai untuk acara resepsi, dan dari acara resepsi itulah mulai banyak yang tertarik dan banyak respon yang mengusulkan agar disewakan untuk umum. Gayung bersambut, kebetulan pengurus dan penanggung jawab GBS pada waktu itu memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk bebas mencurahkan ide kreasinya asalkan positif dan menghasilkan.
Untuk tahap percobaan kebetulan pada waktu itu ada customer yang ingin memakai gedung untuk acara resepsi pernikahan, padahal pada waktu itu ruangan aula belum ada AC. Dan kebetulah pula customer tersebut menyerahkan semuanya kepada gedung. Kemudian tinggal  mencari catering yang sekiranya cocok dan bagus. Kebetulan pada waktu itu baru mengenal satu nama catering namanya WEA catering. Hasilnya customer merasa senang, dan mulailah timbul banyak respon untuk memakai gedung Bhima sakti sebagai tempat resepsi pernikahan. Begitu pula banyak catering-katering yang menawarkan untuk bergabung menjadi rekanan. Dari respon yang sangat baik itulah maka para pengurus Inkopau sangat mendukung untuk lebih dikembangkan lagi sebagi bisnis yang cukup menghasilkan. Dukungan awal adalah dilengkapilah fasilitas gedung dengan menambah AC di ruang Resepsi supaya tamu-tamu tidak kepanasan. Hal ini penting dengan gedung yang masih kecil dimana tamu banyak, membuat gedung terasa sangat sempit, hawa terasa panas oleh banyaknya tamu.
Setelah masa kepemimpinan Ketum Marsma Suratto berakhir yang kemudian digantikan oleh Marsma lek K. Inugroho, GBS tetap menjadi suatu usaha jasa penginapan dan bisa dipakai untuk acara resepsi pernikahan yang mulai diperhitungkan bahkan untuk acara pertemuan atau rapatpun sudah mulai bisa digunakan.
 Seiring berjalannya waktu  pengelola / penanggung jawab GBS pun sudah beberapa kali pergantian, setelah era Mayor Nyoman dan Lettu Firdaus Bustam (periode  tahun 2000-2002) kemudian berganti tongkat kepemimpinan kepada Kapten Eko Prihandoko (periode tahun 2002-2003),kemudian Letkol Purn Supardi Adi (periode 2003-2004), Kapten Ade Rismaedi (periode 2004-2005) , Peltu Hasnunik (periode 2005-2006), Kapten Elvan Zunaidi (periode 2006 selama 4 bulan) terus berusaha agar GBS tetap eksis, mulai dengan pembaharuan managemen, penambahan karyawan dan sarana pendukung lainnya.
Mulai masa kepemimpinan Ketua Umum Inkopau Marsma TNI Januar Sugiadji, GBS mulai  semakin diperhatikan.. Kebetulan kediaman beliau berdampingan dengan gedung. Tidak heran hampir tiap hari beliau turun tangan langsung untuk mengecek kebersihan dalam maupun luar gedung. Berdasarkan hasil SHU yang terus melampaui target,maka beliau pulalah yang mulai berencana mengembangkan GBS yaitu dengan memperluas area parkir, ruang resepsi dan penambahan kamar.
Setelah area parkir dan ruang resepsi diperluas yang asalnya hanya mampu menampung tamu 500 orang, sudah bisa menampung 1000 orang. hal ini disambut dengan baik oleh banyak customer maupun rekanan.  
Ketum pun tidak lupa selalu control tiap hari mengenai penjualan kamar. Karena sering full kamar, tidak jarang banyak customer yang kecewa karena tidak mendapatkan kamar. Maka pada bulan September 2006 beliau pun mulai merealisasikan penambahan kamar itu dengan mulai membangun bangunan baru sebanyak 2 lantai persis berdampingan dan bisa connecting dengan gedung lama  dilahan kosong yang dulunya taman. Bangunan baru tersebut berisi kamar-kamar tambahan sebanyak 24 kamar standard yang terdiri dari 10 kamar standard di lantai 2, 14 kamar standar dibawah. Tidak kalah pentingnya adalah dengan dibuatkannya ruang rapat yang bisa menampung 100 orang. Tidak lupa pula dilengkapi dengan menambah 2 pasang toilet untuk pria dan wanita. Maka Kapten Siti Hidayah (periode 2006-2007) yang waktu itu memegang jabatan sebagai pengelola GBS pun ikut mendukung program ketum dengan mengerahkan semua anak buahnya untuk turut serta membantu dan melaksanakan gagasan dan ide-ide dari Marsma TNI Januar Sugiaji yang juga merupakan tujuan dari cita-cita semula
Setelah bangunan baru itu rampung, pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2008 diresmikanlah gedung tersebut oleh Kepala Staf Angkatan Udara ( KASAU ) Marsekal Herman Prayitno. Ikut pula menanda tangani prasasti yaitu Pengurus Inkopau antara lain Marsma Januar Sugiadji selaku Ketum Inkopau, Kol. Achmad Zainuri selaku Sekretaris Inkopau, Kolonel Syahril Ifni ( Ketua I ), Letkol I Nyoman Sukra ( Ketua II ) dan Mayor Budi Wardoyo ( Bendahara ).
Terhitung sampai dengan bulan Sekarang ini, GBS semakin gencar berpromosi. Dengan dibawah kepemimpinan  Lettu Ratna Sari (periode 2008) sebagai pengelola GBS yang menggantikan Kapten Sungkono (periode 2007-2008) yang dialih tugaskan ke unit lain, tetap terus bahu membahu  dengan azas kekeluargaan dan pendekatan terhadap anak buahnya untuk bekerja sama dalam memajukan GBS.
Sampai saat ini GBS setiap bulannya  selalu diisi acara pernikahan yang pada umumnya dilaksanakan pada hari jum’at sampai minggu malam.Begitu pula acara rapat mulai mendapat perhatian dari perusahaan-perusahaan.Untuk kegiatan penggunaan kamar pada hari hari biasa senin sampai kamis rata-rata mencapai 60% dari target yang diharapkan. Namun demikian GBS telah mencapai 2 sampai 3 kali lipat dari sasaran SHU.  Rencana kedepannya GBS akan terus berusaha mengembangkan usahanya dan memperbaiki pelayanannya sehingga diharapkan GBS bisa bersaing dengan hotel-hotel lainnya. Apalagi ditunjang dengan lokasi yang sangat strategis dan dapat dijangkau oleh kalangan bisnis maupun wisatawan, tidaklah mungkin kalau suatu saat GBS akan menjadi hotel yang berbintang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar